Idealisasi Habel agar Sasando tidak Mati…

Posted: Januari 31, 2012 in Budaya
Tag:, ,

Habel Edon adalah sosok natural, seniman tulen Sasando di jaman modern ini. Orang tidak akan pernah mengenalnya kalau tidak dikenalkan, karena karakter seninya lebih di-eksploitasikan pada kreativitas pembuatan sasando dalam diam.

Bersama anak-istrinya dan anak didiknyalah idealisasi Sasando diperjuangkan. Tidak berjuang sebatas atas nama keluarga, tapi atas kepentingan budaya. Kalau Budi Priyadi, Kepala Puslitbang Kebudayaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, berkata, “Kedua alat tersebut sudah didaftarkan ke UNESCO. Yang kami khawatirkan akan hilang bukan karena diklaim negara lain, tetapi karena mereka yang menggeluti musik Sasando dan Noken semakin habis”, tentu bisa difahami, karena Budi Priyadi tidak kenal Bapak Habel.

Sasando adalah warisan budaya yang sangat berharga dan sektor potensial di ‘ekonomi kreatif’. Tapi apakah Budi Priyadi, Pemprov NTT sudah ‘benar-benar’ peduli dengan Sasando? BELUM! Karena belum ada ‘action’ yang fokus realistis untuk mengangkatnya sebagai program unggulan daerah dan aspek budaya Indonesia.

Kalaupun sekedar ‘selalu’ hanya mengikutsertakan didalam promosi budaya, kita tahu sendiri bagaimana sebuah wajah lakon ‘ stand’ pameran. Tidak optimal. Program integratif –lah yang harusnya lebih difokuskan. Pembinaan manajemen usaha profesional, dan tentunya harus juga siap memberikan hibah pendamping, dari sebuah program kerjasama.

Ketika ekonomi kreatifnya Budi Proyadi memberi makna Sasando, hanya sekedar dijadikan cinderamata, pajangan dan barang antik dan tidak ada sosok seperti Habel Edon, maka kekuatirannya akan benar-benar terwujud, Sasando adalah produk budaya masa lalu yang lebih cocok ditaruh di museum2 kusam.

Habel Edon, layak dijadikan pejuang budaya, karena inovasi dan kreasinya membuat Sasando tidak lagi ‘KUNO’, tapi mampu tampil dalam eksotika modern. Idealisasi yang diwujudkannya dalan keuletan dan kerja keras, telah mampu menyentuh ranah interkultural. Sasando tidak lagi dianggap ‘kuno’ oleh generasi muda. Orang-orang barat begitu takjub menikmati kekhasan alat musik Sasando, serta kagum akan kelincahan jari-jemari memproduksi alunan irama yang detail dan indah. Sasando Elektrik buatan Habel Edon, sangat representatif disandingkan dengan alat musik modern, kolaborasinya juga mampu meningkatkan kualitas pagelaran.

Membuat, Mendidik, memainkan, Melestarikan, Mempromosikan…. Sendiri, karena banyak komponen bangsa, khususnya Prov NTT tidak terlalu peduli. Bukan tidak peduli, tapi Kurang Peduli. Tapi Habel Edon akan terus berjuang, walau kadang harus bermain dengan menahan sakit ‘kencing batu’nya…

Warisan budaya amatlah berharga, dan Habel Edon melakukan menyuguhkan sebuah idealisasi, agar Sasando tidak Mati…

Komentar
  1. aklahat mengatakan:

    benar juga ya, prihatin sekali kalau sasando akhirnya cuma jadi miniatur dan barang pajangan…😥

  2. mell messakh mengatakan:

    Melalui kesempatan ini, berdasarkan inspirasi dari om Habel, saya sangat setuju dan juga saya sarankan kepada bapak Bupati Rote Ndao dan Semua Anggota DPRD Rote Ndao:
    1. Jadikan pelajaran membuat Sasando dan bermain Sasando menjadi mata pelajaran tambahan yang wajib bagi semua sekolah di Rote Ndao.
    2. Buatlah Lomba Desain haik sasando dan Lomba festifal Bermain sasando setiap tahun secara rutin.
    3.Motivasi para Orang Tua yang pintar bermain sasando di Kupang atau Di Rote agar mau membuka Kursus Sasando bagi anak-anak di Rote Ndao tercinta.
    4. Ajak para ketua Klasis di Rote Ndao supaya mereka bisa jadikan Musik sasando sebagai pengiring lagu jemaat di semua Gereja di Rote Ndao.
    5. Berilah perhargaan kepada semua tokoh orang rote yang telah berupaya melestarikan musik sasando.
    6. Siapkan Biaya dari APBD setiap Tahun untuk menunjang kegiatan-kegiatan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s