Musim Tutup Anggaran dan Musim Tanam Di Tanah Karang

Posted: Desember 21, 2011 in Budaya, Panorama Alam
Tag:, , , ,

Hari itu Selasa, 12 Desember 2011 kayaknya menjadi hari yang lebih padat. Betapa tidak, ada janjian dengan ibu Jenny dari Audit Internal Undana untuk audit jurusan Fisika, pagi-pagi ditelfon oleh mama Uly ada pertemuan di Kantor pusat, ada kuliah umum dari Utah State University di Ruang Rapat Rektor, trus ditengah acara yang belum selesai diminta pindah acara Sosialisasi BKD (Beban Kerja Dosen) di Aula Undana, siangnya dijemput pak Lewi karena ada monev program Hi-link Dikti…


Itu hanya contoh kecil….
Eeh bukan ! itu adalah contoh BESAR bagi ‘orang kecil’ walaupun bertubuh besar sepertiq. Tapi bagi ‘orang besar’ setingkat Dekan, Rektor, Walikota, Gubernur, dan jabatan eselon-eselon atas lainnya, cerita aq diatas adalah contoh yang yiahh…sangat KECIL. Kalo ‘orang kecil’ musti berputar-putar dilingkup kampus dan kampung, maka ‘orang besar’ lingkupnya antar-pulau, antar propinsi. (Hehe…seperti trayek bis, AKAP -Antar Kota Antar Propinsi🙂 ). Sekedar guyonan.Hehe… sekedar guyonan.

Orang Indonesia, sudah faham di bulan desember setiap akhir tahun, selalu bertumpuk berbagai ajang kegiatan tutup tahun anggaran. Di akhir desember juga biasanya honor kegiatan yang lewat-lewat ditebarkan. Tentu menjadi momen yang sangat berguna dan berharga. Apalagi di Kota Kupang, yang mayoritas umat Nasrani tentu berharap bisa merayakan Hari Natal dan Tahun Baru dengan meriah dan hati tenang.

Bagaimana dengan perantauan? Ada dua pilihan, (1) bersabar dan ber-tawakkal, atau (2) bertekad bulat dalam niat ‘berangkat mudik’ dengan konsekuensi2. Dua pilihan ini sebenarnya lebih cocok bagi perantauan yang pas-pasan seperti aq. Teman2 yang mau mudik, sudah ribet dan ribut dengan harga tiket yang membumbunglah, biaya lain2 yang pas-pasanlah, dan lah..lah lainnya. Makanya pembayaran honor kegiatan di tutup tahun anggaran, bisa lebih banyak berguna.

Yang bersabar dan bertawakkal, tidak mudik, ya…menikmati Musim hujan di tanah karang. jatuhkan semua biji-biji yang tersimpan, niscaya akan segera tumbuh berkembang menutupi kegersangan, menghijaukan hitamnya tanah karang. Dari ketela, pisang, jagung, padi, kacang2an, dan kerabat2nya…

Hujan di Kota Kupang selalu membawa berkah, tidak seperti banyak musibah di layar tv akibat hujan lebat. Tanah karang mampu menyerap luapan air hujan dalam sekejap. Tapi jangan ditanya di pojok-pojok Kota yang karangnya ditutupi semen, yang air menggenang tak keruan.

Banjir? Jangan bertanya tentang genangan. Kecuali di pojok-pojok Kota yang karangnya ditutupi semen. Tanam, tanam dan tanam… disitulah ada harapan, disitulah ada aecarcah masa depan.

Tidak cukup hanya slogan 1 Milyar Pohon, puluhan milyarpun akan ditanam orang Kupang, kalau disediakan bibit dan benihnya, karena semua sudah berharap dan berfikir bahwa Musim ini adalah musim tanam dan disitulah ada…. ada harapan dan masa depan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s