Komodo sebagai Presiden saja?

Posted: November 4, 2011 in Uncategorized

Aq tidak mungkin hendak menambah runyam polemik tentang vote komodo, hanya saja ingin sedikit melepas unek-unek karena aq juga warga NTT. Aq senang Komodo terkenal, masyarakat NTT jadi sejahtera, tapi harus diingat Komodo dan habitatnya… jangan karena N7W juga, kita jadi terpecah-belah !

Kalau pembaca melihat Pic Vote Komodo yang aq silang merah tidak bermaksud provokasi ( aq pasang di blog sebelum rame-rame vote via sms) , tapi hanya sekedar refleksi, sehingga kita menjadi warganegara yang sadar diri. Anda juga bisa baca alasannya di Komodo Berdikari @ kupangntt.wordpress.com
—————————————————————————–alifis@corner
Bagi yang mau vote Komodo silahkan sms, karena tinggal 8 hari lagi ! dan memang ada peningkatan yang signifikan, lihat pic dibawah ini.


Growing faster, Green means the Finalist has accelerated !

Nah, kalau ingin menang kirim lagi-kirim lagi, tidak ada yang melarang. TAPI aq tidak akan vote sms ! KENAPA?

Bagai makanan basi yang kembali dihangatkan !

Aq dalam beberapa hari belakangan menerima sms cukup bertubi-tubi yang isinya ‘vote komodo’ untuk menjadi N7W !. Apa yang bisa aq pikirkan?

Tidak usah berfikir jauh-jauh, aq mencuplik persis kata-kata Emmy Hafild, Ketua Pemenangan Komodo sebagai N7W, untuk memberi respon atas ajakan mengirim sms ‘vote komodo’ : bagai makanan basi yang kembali dihangatkan !

Emmy, mengatakan hal tersebut saat mengomentari polemik yang terus mengemuka yang ditakutkannya bisa ‘menjegal’ kemenangan Pulau Komodo dalam kompetisi ini mendekati tanggal 11 bulan sebelas di tahun 2011, saat mana akan diumumkan siapa N7W (Elin Yunita Kristanti, Dwifantya Aquina – vivanews).

Istilahnya Emmy, sepertinya terkesan subjektif seperti menjegal kredibilitas Emmy pribadi?🙂 atau seperti menjegal sebuah ‘agenda besar’ dibalik nafsu besar sebuah event yang (menurut Fahrur Rozi – Kompasiana) membutakan nasionalisme karena memobilisasi masyarakat Indonesia untuk berkirim sms massal. Termasuk adanya hiburan masal dan rekor massal, ketika MURI mencatat ribuan massa berkirim sms untuk vote komodo dalam waktu yang bersamaan. Ada apa lagi dengan Indonesia ini…

Adakah Kesadaran di Balik Vote ini ?

Pertama, Hipnotisasi Massa !

Menurut aq pribadi, ajakan berkirim sms gratis untuk ‘vote komodo’ terlalu membabi buta. Masyarakat memang dibuai dengan Rp. 1,- bahkan Rp. 0,- untuk berkirim sms, sehingga akhirnya masyarakat dapat dimobilisasi ( lebih tepatnya, hipnotisasi !). Mengapa begitu?

Kultur psikologis masyarakat kita belum berubah, yaitu masyarakat tertindas ! karena dijajah sedemikian lama, sehingga kebiasaan psikologis ‘menengadahkan tangan’ lebih dominan daripada ‘menggenggam tangan’ untuk berjuang mandiri. Kata-kata ‘GRATIS Rp. 0,-’ atau ‘hanya Rp. 1,-‘ adalah hiburan yang memanjakan telinga, sehingga tergeraklah massa. Dan ini difahami betul oleh kalangan bisnis, nafsu masyarakat bisa kalap hilang fikiran kala mendengar kata ini. Kekalapan inilah bentuk lain dari semangat yang instan atau diindikasikan nasionalisme buta !

Aq pribadi, ketika bertubi-tubi sms masuk di hapeq, aq seperti mengalami ‘bullying’ yang tidak mengenakkan, dan seperti mendapatkan musibah kebanjiran sms premium, sehingga tersedot pulsa ‘psikologis’q.

Apakah aq kemudian berkirim sms? TIDAK !!! Bagai makanan basi yang kembali dihangatkan ! tetap tidak akan enak dan tidak sehat ! Dan aq tidak mau mengikuti standar yang berubah-ubah. Official N7W awalnya menetapkan ‘one man one vote’, satu orang hanya bisa menentukan satu kali pilihan, dan ini sangat rasional, logis dan memenuhi azas keadilan dan kesetaraan. Jadi, saat aq sudah vote via email, saat mencoba vote lagi ditolak. Ini yang benar ! generate machine untuk mengirim email massal-pun masih bisa diproteksi!
Lah sekarang berubah menjadi sms? Satu orang bisa kirim berulang-ulang lagi! Ada apa ini? (pasti ada udang dibalik rempeyek !).

Berikutnya, yang mengirim sms ke aq apa tidak berfikir logis ya, karena saat berkirim sms ke hapeq berarti kena charge 300-an rupiah, tentu itu bisa digunakan olehnya berkirim 300 kali, karena biaya sms vote komodo khan 1-an rupiah. Weleh..weleh…

Kedua, Soal biaya !

Cermati kata Emmy di vivanews.com : “Kegiatan ini dihidupkan sponsor, kami kan harus bayar mahal. Kami harus punya sponsor. SEA Games saja butuh biaya sponsor. Jadi itu normal saja,”kata dia.

Pasti ! sangat mungkin, ada sebuah jaringan kapital yang sangat menggiurkan dibalik ratusan juta vote, dari 28 kandidat N7W. Hal ini juga bisa menguatkan indikasi ( dan menjadi sebuah pertanyaan besar ) ketika kriteria ‘vote’ yang diperlakukan oleh official N7W berubah, dari one man one vote menjadi sms, dimana satu orang bisa mengirim puluhan, ratusan, bahkan mungkin ribuan sms ( asal jari-jari tidak sampai bengkak saja ).

Memang sejak pemerintah mengundurkan diri, sehingga tidak lagi dibebani anggaran yang memberatkan, peran itu kemudian diambil alih sekelompok masyarakat yang dibackup oleh sponsor dan tentunya pengusaha. Dan berbicara dengan ‘kalkulator’ pengusaha, tidak ada istilah GRATIS !

Kalau Fahrur Rozi (lebih berani berpendapat) bahwa di tingkat nasional, ada agenda tersembunyi dibalik semuanya ‘gembar-gembor’ ini yaitu PEMILU 2014 !

Ketiga, Income masyarakat & Habitat

Untuk yang satu ini aq sependapat dengan pak Jusuf Kalla, dengan semakin dikenalnya Pulau Komodo bisa mendatangkan keuntungan bagi masyarakat secara luas. Menurutnya, itu akan menguntungkan negara dan mengubah masyarakat setempat sejajar dengan wilayah lain di Indonesia. “Kita harus yakin, yang terkenal dan harus maju bukan hanya Komodo. Tetapi Flores harus maju dan dikenal oleh seluruh dunia, menjadi Bali kedua,” katanya.
Iya, Bolehlah komodo dijadikan icon semangat kemajuan NTT, mercusuar bangkitnya pendidikan, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat NTT, tapi jangan eksploitasi Komodo, pak Jusuf Kalla.

Sebagai duta Komodo, Jusuf Kalla menegaskan populasi Varanus komodoensis tidak akan terancam. “Komodo ada di empat pulau. Yang boleh dikunjungi hanya satu pulau, itu pun hanya 10 pengunjung saja setiap hari,” ujar Jusuf Kalla dalam pertemuan dengan para blogger di Jakarta, Kamis 27 Oktober 2011. Dengan demikian, lanjut Kalla, Komodo tidak akan terganggu. “Jadi tidak terancam, 3.900 (ekor lainnya) tidak dilihat” kata mantan Wakil Presiden Indonesia itu.

Apakah bisa dijamin bahwa hanya satu pulau dari empat pulau yang boleh dinapak jejak oleh turis di masa-masa mendatang?
Kayaknya, nada-nada Fahrur Rozi, benar ! Mungkin jalan ceritanya jadi lain kedepan : Komodo terpilih jadi N7W, Bapak JK jadi presiden RI pengganti SBY, Komodo dan habitatnya menjadi semakin terkenal, tapi komodo dan habitatnya masih tetap terlindungi dengan baik? atas janji pak JK, Dan masyarakat NTT menjadi semakin sejahtera. Amin.

Ketika kesadaran mulai diombang-ambingkan,jangan-jangan yang jadi presidennya nanti adalah KOMODO.. whahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s