Sampah di Taman Nostalgia

Posted: Mei 11, 2011 in Curhat
Tag:, , , , ,

Sampah di Taman Nostalgia

Hari ini, Timor Express menuliskan masalah sampah di Kota Kupang. Cukup singkat memang, intinya bahwa fenomena sampah di Kota kupang lebih disebabkan minimnya awak, truk, TPS serta kesadaran warga. Itu intinya.

Pengalaman kami membuktikan itu. Hari itu, lupa tanggal berapa tepatnya, saat liburan, Aq, maitua dan junior Aik dan Ata, coba jalan-jalan pagi ke Taman Nostalgia. Bagi warga Kota Kupang, taman ini menjadi satu alternative media rekreasi, yang mudah dijangkau karena tepat ditengah kota, difasilitasi arena bermain anak, olahraga, bahkan ruang terbuka untuk bersantai. Cukup memadai. Warga kota kupang, saat ini memiliki banyak alternatif untuk ber-akhir pekan, pantai Lasiana, pantai Oeba dengan jogging track-nya, atau sekedar duduk2 di bantaran beton pantai terminal. Panorama gunung juga didapat di kolam renang baumata, atau mencoba keliling di ring road sepanjang pegunungan pedesaan Baumata, naik tembus pertigaan Baun, belok arah ke Sikumana, tembus Perempatan Polda Kota…

Kembali ke Taman Nostalgia. Di tanggal 9 Februari 2011 lalu, Pejabat2 dari Jakarta dipimpin SBY berdatangan dalam rangka hajatan Hari Pers nasional (HPN). dan saat ini kalau pengunjung datang ke Taman Nostalgia, dapat melihat disitu terpancangkan monument HPN, serta berdiri megah ‘gong’ perdamaian. Siapapun yang sempat datang ke sana, pasti ‘betah’ berlama-lama, sambil menemani anak2 bermain-main. Aneka jajanan juga tersedia di sebelah taman.

Hanya, yang disayangkan…. Ya itu tadi, sampah berserakan, yang sungguh cukup mengganggu da nada rishi merasa tidak nyaman. Kalau dilihat spesifik sampahnya sih, adalah sampah pengunjung taman. Nah, dari pengamatan sekilas, apa yang disampaikan timex tentang penyebab fenomena sampah di Kota Kupang, aq lebih cenderung pada alas an pola pikir masyarakat dalam menangani sampah, yang belum terbentuk.

Ketika Walikota Kupang, mengatakan kota kupang akan menjadi lebih baik pembangunannya jika mindset masyarakat berubah.
Memang, bisa diamati beberapa kultur negatif yang masih melekat di masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Enggan memakai helm, kebut2an, mabuk2an di pinggir jalan, membuang sampah sembarangan, dll.

Harapannya, ya semoga jadi lebih baik-lah, masak tidak berubah-berubah ?

Komentar
  1. alifis mengatakan:

    ayo dukung kgc kupang green n clean, ikut krja bakti pak. jangan dilihat saja, xaxa

  2. Yunita Ndoen mengatakan:

    yap benar, saya mendukung KGC , tapi masyarakat masih belum berpartisipasi di dalamnya, mungkin ada kalau ada perlombaan…..saya mau tawarkan bagaimana kalau kita adakan kerja bakti pembersihan lingkungan

    • tyan mengatakan:

      Perlu dilakukannya sosialisasi kepada setiap masyarakat akan pentingnya kebersiahan dan dampak yang dapat timbul akibat masalah persampahan. sosialisasi dapat dilakukan mulai dari hal yang paling kecil yaitu dari dlm rumah tangga kita sendiri, RT, RW dan lebih luas lagi. saya sangat mendukung dan setuju dengan program KGC

      3M = Mulai dari diri sendiri, Mulai dari yang kecil dan Mulai dari sekarang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s