Pitik-q : Tamu Tak Diundang_01

Posted: Mei 6, 2011 in Pengalaman Unik
Tag:, , , , ,

Tamuq yang satu ini, benar-benar membikin surprise !!! Betapa tidak, salah satu si Pitik yang kami miliki, [ berstatus ‘janda muda’, karena si jantannya di-‘curi’ orang], sedang bertelur ‘perdana’. Sejak beberapa hari sebelumnya tingkah lakunya sudah cukup berubah. Keliling-keliling mencari-cari kain bekas, jerami dan sebentuk sampah lainnya.


Nah Lho ? ternyata mau bertelur. Disediakan tempat di kandang-pun si Pitik benar2 berpotensi menjadi ‘pembangkang’, tidak mau. Lalu dimanaka si ‘tamu’ ini akan beranjangsana dalam kontemplasi tingkat tinggi, yaitu diam dan ber-telur !!.

Pilihannya jatuh di dalam rumah, dibawah meja serta diatas tumbukan koran bekas. Aq katakan tamu, karena biasanya si Pitik sama sekali tidak mau masuk ke dalam rumah, nah saat bertelur perdana, lagaknya begitu cueknya, tidak gentar kaki-kaki berseliweran mengamatinya. Nah lho…ketemu koran…langsung ndoprok !!!

Pengalaman yang unik, terutama bagi Haikal dan Kattami, juniorq.

Hari-hari ini, si Pitik sedang mengerami telurnya yang tersisa 6 telur, lainnya ada 6 telur ‘perdana’ yang dialihfungsikan sebagai ‘lauk-pauk’. Haha…, manusia memang kejam !!!, termasuk kami yang telah menetapkan hati untuk bertindak otoriter, dengan menggemplang pajak ‘perteluran’ berdasarkan prinsip bagi hasil. Dengan asumsi awal sebagai penghiburan, sebagian telurnya masih belum di-‘isi’.

Dalam ilmu apapun, ‘kebelet’ atau darurat adalah memungkinkan segalanya, termasuk Pitik yang mau bertelur. Tentunya masih diiringi rasio si Pitik, tempat mana yang paling aman untuk meletakkan telurnya. Dan ketika sepertinya rumah manusia, yang setiap harinya selalu memberinya makan dianggap paling aman, ya disitulah akhirnya si Pitik meletakkan telurnya. Tidak tanggung-tanggung, begitu produktifnya, sehari 1 telur, sehingga hampir 2 minggu sudah ada 12 telur.

Tapi, untuk ketenangan, keamanan dan stabilitas, hehe… akhirnya kami kembalikan posisinya disarangnya, sebuah kandang terbaik yang pernah aq buat, hehe…gak profesional-lah pokoke dan si Pitik tidak mungkin membangkang lagi, karena harta-bendanya beruap ‘telur-telur’ itu turut kami pindahkan. Seperti manusia, sayang sekali dengan harta benda-nya dan kemanapun berpindah seperti kerbau dicocok hidungnya.

Walau tidak semua, dan tidak selalu begitu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s