Seputar Sasando 03 : Pilih Sasando Elektrik atau Sasando Tradisional ?

Posted: Desember 14, 2010 in Budaya
Tag:, ,

Berto Pah dalam IMB

Berto Pah gugur di IMB, lebih disebabkan karena alat sasando yang digunakan, bukan karena kurangnya kemampuan Berto dalam memetik sasando. Suara sasando Berto tenggelam ditelan oleh suara instrumen musik lainnya…jadinya tidak membuat sebuah kesan terbaik. Mungkin lain halnya kalau Berto menggunakan Sasando elektrik🙂

Elektrik atau Tradisional ?

anak didik di Edon Sasando Elektrik

Sasando adalah sebuah alat instrumen musik petik. Instrumen musik ini berasal dari pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Bentuk sasando ada miripnya dengan instrumen petik lainnya seperti gitar, biola, dan kecapi. Bagian utama sasando berbentuk tabung panjang yang biasa terbuat dari bambu. Lalu pada bagian tengah, melingkar dari atas ke bawah diberi ganjalan-ganjalan di mana senar-senar (dawai-dawai) yang direntangkan di tabung, dari atas ke bawah bertumpu. Ganjalan-ganjalan ini memberikan nada yang berbeda-beda kepada setiap petikan senar. Lalu tabung sasando ini ditaruh dalam sebuah wadah yang terbuat dari semacam anyaman daun lontar yang dibuat seperti kipas. Wadah ini merupakan tempat resonansi sasando. Inilah yang kemudian disebut Sasando Tradisional. Bagaimana dengan Sasando elektrik ? Baca sejarahnya di [ Seputar Sasando 02 : Sejarah Sasando elektrik ]

Intinya adalah, Edon Sasando Elektrik sesuai dengan namanya, lebih difokuskan memproduksi Sasando Elektrik yang berbasiskan spul sasando disamping tetap memproduksi sasando tradisional. Spul Sasando merupakan transduser yang mampu mengubah getaran senar sasando menjadi sinyal listrik yang selanjutnya diubah menjadi suara audio, sehingga tidak lagi memerlukan anyaman lontar sebagai ruang resonansi.
Proses pembuatan sasando elektrik dari awal pengolahan bahan sampai finishing membutuhkan waktu kurang lebih 25 hari. Ada beberapa tahapan berkaitan dengan pengolahan bahan baku bambu/kayu, pembuatan spul sasando elektrik, pemasangan kawat senar, sekrup besi pengatur, dan lain-lain. Sasando elektrik yang sudah selesai, dapat memproduksi bunyi setelah dihubungkan dengan seperangkat sound system.

Elektrik beneran atau ‘Elektrik-Elektrik’ an ?
Sistem multimedia saat ini yang terintegrasi & kompatibel, lebih memudahkan Sasando berinteraksi dengan perangkat musik yang lain dibandingkan dengan sasando tradisional. Kelebihan lainnya, adalah output bunyi yang diproduksi adalah hanya berasal dari getaran senar sasando, tidak seperti sasando tradisional yang ditangkap bunyinya menggunakan microphone yang ditempelkan pada ruang resonansi, memiliki kelemahan yaitu bunyi-bunyi noise gesekan microphone, getaran ruang resonansi serta bunyi dari lingkungan-pun akan tertangkap. Percaya tidak percaya, di pasaran ada juga lho sasando tradisional yang ditempeli microphone di dalamnya dan dinamakan juga sasando elektrik🙂 , Nah kalau anda berminat, boleh memilih mau yang asli ‘elektrik’nya atau yang di-‘elektrik-elektrik’an. Semua kembali pada anda…

Komentar
  1. mas'ud mengatakan:

    trima kasih …

  2. sanmar_goo mengatakan:

    perangkat sasando apa sajaa???
    makasih yaa sdh bntu ak kerjain tugas..
    hahaha…
    tlong donk ksih tw prangkat~nyaa…

  3. Harry mengatakan:

    musiknya unik  harus melestarikan sasando  yaa tapi saya baca baca tidak banyak orang ntt yang mahir alat musik ini benar kaga itu ??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s