Seputar Sasando 02 : Sejarah Sasando Elektrik

Posted: Desember 14, 2010 in Budaya

buatan pertama, tahun 1980

Sasando listrik atau sasando elektrik diciptakan oleh Arnoldus Edon, sasando elektrik ini termasuk dalam salah satu jenis Sasando Biola yang mengalami perkembangan teknologi. Sasando tradisional mempunyai beberapa kekurangan dan kelemahan antara lain, daun lontar mudah pecah dan pada saat musim hujan sering timbul jamur diatas permukaan daun, dan suara sasando ketika dipetik suaranya sangat kecil.

Sasando elektrik yang diciptakan ini tidak menggunakan wadah dari daun lontar peti kayu/kotak/box dari papan, karena tidak membutuhkan ruang resonansi yang berfungsi sebagai wadah penampung suara. Bunyi langsung dapat di perbesar lewat alat pengeras suara (sound system / speaker aktif).

buatan tahun 2010..gress !!!


Berawal dari peristiwa kerusakan sasando biola yang terbuat dari peti kayu/kotak milik ibu mertua dari Arnoldus Edon pada tahun 1958, sasando yang rusak itu di perbaikinya dan menjadi baik. Dari situlah awal mulanya Arnoldus Edon mulai mendapatkan ide dan mulai bereksperimen membuat sasando elektrik. Ia berpikir kalau memetik sasando yang posisi sasandonya tertutup dengan daun lontar yang lebar dan bunyinya hanya bisa di dengar oleh segelintir orang saja yang ada disekitarnya dan petikan serta kelentikan jari-jemari tidak dapat dinikmati atau dilihat oleh orang lain karena tertutup daun lontar. Alangkah indahnya apabila sasando itu dipetik dan di dengar dengan suara yang besar, dinikmati oleh banyak orang dari kejauhan dan petikan jari-jemari yang lemah gemulai dapat dilihat keindahannya, karena sasando dipetik dengan menggunakan 7 sampai 8 jari.

Tahun 1958 diciptakanlah Sasando listrik/elektrik, eksperimen demi eksperimen dilakukannya untuk mendapatkan bunyi yang sempurna yang sama dengan bunyi asli dari Sasando. Tahun 1959 Arnoldus Edon hijrah ke Nusa Tenggara Barat (Mataram) sebagai seorang Kepala Sekolah di Mataram. Berbekal ilmu pengetahuan sebagai seorang guru IPA/Fisika, maka pada tahun 1960 Sasando Elektrik ini berhasil dirampungkan dan mendapatkan bunyi yang sempurna sama dengan suara aslinya. Bentuk sasando elektrik ini dibuat sebanyak 30 dawai. Inilah awalnya Arnoldus Edon membuat sasando listrik yang hasilnya pertamanya langsung di bawah ke Jakarta oleh Thobi Messakh (tokoh adat dari Rote). Jadi Sasando elektrik di buat pertama kali pada waktu Arnoldus Edon masih berada di Mataram.

Pembuatan Sasando Elektrik dibuat lebih modern dari Sasando tradisional ada perbedaan dalam cara pembuatannya. Komponen sasando elektrik memang lebih ruwet, sebab banyak unsur yang menentukan kualitas suara yang dihasilkan pada alat musik tersebut. Selain badan sasando dan dawai. Alat yang paling penting pada sasando elektrik adalah spul yang merupakan sebuah transducer yang akan mengubah getar dawai menjadi energi listrik, lalu diteruskan melalui kabel dan masuk kedalam amplifier. (sumber: sasandoelektrik.com)

Komentar
  1. Yandres Nggebu mengatakan:

    Sasandu hanya ada dua jenis, yaitu sasandu Gong dan Sasandu Biola, kenapa dikatakan sasandu gong karena not yg dimiliki sama seperti not yg ada pada gong org rote, yaitu do re mi sol la. ( Pentatonik ) ini yg di ciptakan oleh Sangguana dari Pulau Rote Sasandu Gong hanaya bisa memainkan lagu2 etnik atau tradisional org Rote. Dan pada sekitar tahun 40 an seorang Toko seniman Rote bernama Cornelis Frans memodifikasi Sasandu Gong menjadi Sasandu Biola, Sasandu Biola adalah Sasandu yg dapat memainkan semua jenis lagu, baik Pop tradisional dll, kenapa bernama Sasandu Biola krn beliau terinspirasi oleh Biola, dengan memiliki nada do re mi fa sol la si (Diatonik), memang benar salah satu kelemahan dari sasandu adalah sangat kecil bunyinya hal inilah yg menginspirsai Pak Edon untuk memasang fasilitas elektrikal pada sasandu, pada Sasandu Gong maupun Sasandu Biola keduanya bisa dipasangkan fasilitas elektrikal, demikian tambahan dari saya kiranya berguna.

  2. Drs.Simon Arnold Julian Jacob mengatakan:

    Saat ini sudah selesai menulis Buku Tentang “BELAJAR DAN MEMAINKAN SASANDO ROTE & MENGENAL POTENSI PULAU ROTE DI NUSATENGGARA TIMUR” setebal 320 halaman. Tetapi saya mengalami kesulitabn biaya untuk mencetaknya. Buku ini memuat begitu banyak informasi tentang SASANDO ROTE ini, dan belum ada seorangpun yang menulis sejelas buku saya ini. Pada kesempatan ini saya sangat mengharapkan partisipasi para peduli dan pemerhati seni dan kesenian yang mau bersedia membantu saya soal biaya untuk mencetaknya. Buku ini memuay yeori tentang cara-cara bermain SASANDO ROTE, maupun cara pembuatannya. Saya juga berencana bila ada biayanya, maka akan diterjemahkan dalam bahasa Inggris dan bahasa lainnya, agar para pemusik dunia tertarik untuk belajar SASANDO ROTE ini sehingga satu waktu nanti SASANDO ROTE ini dapat “GO INTERNATIONAL, dan akan dimainkan oleh pemusik dunia selain musik-musik modern yang sudah ada. Oleh karena dengan memainkan sebuah SASANDO ROTE bagaikan telah memeinkan seperangkat alat musik. Selain itu memuat pula teknik-teknik merekayasa bentuk dan suaranya dengan cara merekayasa bahan yang dipaki sekarang sehingga menjamin mutu bahan dan produk bunyi yang dihasilkannya.
    Inilah kesulitan saya sekarang ini terutama biaya untuk penerbitan buku, yang begitu padat isi tentang SASANDO ROTE ini.PADA kesempatan ini sekali lagi saya mengharapkan bantuan dari para Donator yang bersedia membantu saya soal percetakannya. Apabila ada dari pembaca yang ingin menghubungi saya, maka dialamatkan pada : Drs.Simon Arnold Julian Jacob, Jln.JAMBON I, No.414J, RT.10 – RW.03 – Kricak Jogjakarta,- Telp.Rumah : 0274.588160 dan HP. 085743064720. Atas Perhatian semuanya, terlebih dahulu saya ucapkan Terima kasi. GBU.

    • alifis mengatakan:

      Salam Hormat Bapa Simon, semoga pemprov prop NTT, budayawan NTT, Novanto center, dan siapapun yang peduli Sasando tergerak untuk membantu usaha Bapa Simon menerbitkan buku Beliau. Saya coba bantu link kontaknya bapa Simon.

  3. Drs.Simon Arnold Julian Jacob mengatakan:

    Pembaca yang budiman.
    Selain saya menulis Buku Tentang “SASANDO ROTE”, juga menulis hampir sepuluh buku lainnya. Buku-buku tersebut masing-masing :
    1.Buku Manajemen Ekonomi Pariwisata dan Kepurbakalaan (500 halam lebih)
    2. Buku Manajemen KEmiskinan, Perdagangan Bebas, Krisis Global 2008 (600 halaman lebih)
    3. Buku Manajemen Pulau-Pulau Terluar, Kelautan, Perikanan dan Pertahanan-Keamanan RI, UNCLOS 1982 setebal lebih dari 600 halaman
    4. Buku Tentang Perjuangan Merebut Kembali PULAU PASIR dari Aistralia (500 halaman lebih)
    5Buku Tentang Sejarah Kerajaa-Kerajaan Di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dan Perlawanan Terhadap Penjajah Portugis, Belanda dan Jepang.(200 halaman)
    6. Buku Tentang Sejarah Masuknya Pendidikan dan Agama Kristen ke Nusa Tenggara Timur (200 halaman)
    7. Buku Tentang Sejarah Agama Islam- Katolik dan Protestan di Abat Pertengahan yang Bersumber dari Sebuah Majalah Kuno Bertahun 1870, dalam bahasa Malayu Kono, terbitan Soerat Khabar Suara Minahasa, (Tebalnya 150 halaman)
    8. Buku Melajar dan Memainkan SASANDO ROTE, (320 halaman)
    Selain itu, saya juga mempunyai keahlian khusus, mendeteksi Sumber Aliran Air Bawah Tanah secara tepat.
    —Juga Telah membuat “Mesin Angin Pembangkit Listrik” untuk Listrik Pedesaan, di Marcusuar, di Kapal-kapal Laut, Malahan bisa diakai oleh Peswaat Terbang semua jenis, sebagai suatu Cadangan listrik yang bisa dipakai bila tiba-tiba mesin Pesatnya mati saat di udara. Ide ini asya rencanakan menjual kepada pabrik Pesawat Buing dan pabrik Pesawat lainnya oleh karena dengan sistem yang saya buat ini akan membantu pesawat-pesat yang macet mesinnya dan dengan seketika aan dikontakkan kemesin sehungga tidak jatuh pesawatnya.
    Saya adalah seorang Pensiunan Pegawai Kantor Pelayanan Pajak JakartaKramatkati pada 1 Mei 1996 dan sekarang berdomisili di Jogjakarta.
    Yang merangsang saya menulis adalah, sebagai suatu terapi kesehatan, dimana setelah pensiun saya memasuku kerja saya yang ke dua yaitu menulis, maksudnya sepaya tidak stres, loyo, dan strok. Sebab kata para medis, banyak membaca dan olah raga maka akan sehat.
    Sekali lagi saya seorang penulis, tetapi sayangnya semua Buku yang saya tulis ini, sama dengan “BIKU TIDUR” karena tidak bisa diterbitkan karena masalah biaya percetakannya. Saya berharap pembaca yang peduli terutama ILMU, maka bagi yang bersempati, bisa mensponsori, untuk percetakannya. Bagi wartawan media massa mana saja yang membaca tulisan ini, silahkan menghubgi saya untuk wawancara dan melihat sendir hasil-hasil karya saya ini yang sangat bergun untuk dibaca banyak pihak.
    Juga saya telah mencipta sebuah Lagu berjudul “SI RAJA JANJI– SI TUKANG JANJI, jika dinyanyikan memajan wajtu sekitar 6-7 menit. Suatu Lagu Kritikan Sosial yang bila masuk Rekaman pasti “MELEDAK” sayang juga belum ada sponsornya.
    Para Pemerhati dapat hubungi saya : Drs.Simon Arnold Julian Jacob – Lahir Di Kupang Tagl.30 April 1938, dan sekarang berdomisili tetap di : Jln.JAMBON I, No.414J, RT.10 – RW.03 – Kricak Jogjakarta. Telp.Rumh : 0274.588160 — HP.085743064720.
    Punya anak 7 orang semua Sarjana, ada 3 orang S2 dan 1 S3, semua telah bekerja dan 8 orang Cuvu. Terima kasih– GBU.

    6. Buku Tentang Pulau Rote dan Kebudayaannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s