Seri Mudik 01 Melintas Batas Jejak demi Silaturahiim

Posted: Agustus 30, 2010 in Traveling
Tag:, , , , ,

Go Show…
Tepat pukul 14 siang, Aq dan Aik take off dari bandara Eltari Kupang dengan tiket Go Show, 740ribu yang sebenarnya lebih mahal 150rb dari harusnya kalau aq tidak jadi membatalkan booking 1 bulan yang lalu. Itupun atas bantuan teman di bandara, kalau tidak harga normalnya sejak 2 minggu lalu sudah 1,3 juta-an. Kali ini mudik agak sepi karena Non,ibuke Aik sama Ata tidak ikut serta – liburnya hanya sebentar😦 . Dengan Sriwijaya Air, km melintas batas normal jangkauan horisontal dan vertikal.
Pilihannya untuk duduk di dekat jendela untuk melihat pemandangan di ketinggian memberikan pengalaman yang menarik hati Aik. Awan bergumpal putih bercahaya di luasnya cakrawala langit – memberikan nuansa keindahan tak terkira dari Allah Subhanallah Wa Ta’ala, Birunya lautan luas tak terkirakan kedalamannya – mengingatkan betapa dangkalnya ilmu manusia , Rumah2 dan gedung mencakar langit yang dibangun dengan perasan keringat kuli serta keangkuhan dan kesombongan ‘penguasa’ hanyalah sebentuk objek titik di bawah kekuasaan Arsy-Nya.
Tidak melihat tanah babad jawa 3 tahun lebih, tentu mengundang begitu banyak pertanyaaan dan penasaran. Ada begitu banyak hal yang sudah terlupakan – terpendam jauh di dasar address memori, misalnya dulu kecilku katanya cukup nakal sehingga pernah membakar ‘damen’ (batang-daun padi yang dikeringkan) sekandang. Atau hal2 yang samar-samar ingat tapi tidak ter-maintenance dengan baik, tidak pernah di-defrag atau di-update (siapa ya nama ponakan2q, hehe…). Kalau dibandingkan, bertambahnya data2 detail peristiwa dan kalkulasi hidup yang perlu disimpan diotak linear dengan tereduksi atau hilangnya ingatan diatas.

Jejak Masa
Tradisi mudik, memberikan banyak motivasi2 dan implikasi2. Dan itu tidak sama antara manusia yang satu dengan yang lainnya. yang utama bagi sebagian besar pe-mudik seperti yang km jalani adalah motivasi silaturahiim – ikatan persaudaraan,
yang terjalin seperti halnya bayi didalam rahim (kandungan)ibunya. Betapa tidak, walau teknologi komunikasi seperti handphone saat ini telah mampu mereduksi ‘ruang dan waktu’, ternyata tidak cukup mampu mengobati rasa ‘getaran’ persaudaraan. Ada keinginan yang kuat untuk dapat bertatap muka, berbincang seperti masa-masa yang pernah dilalui.


id fitri dg ortu,sodara & kponakan, ngnjuk 2006



id fitri dtemani klg mertua, kupang 2009


Nalurikah? Iya, manusia dengan ‘keterbatasannya’ sebenarnya tidak bisa meninggalkan ‘jejak hidup’nya. Kalau ada yang mengatakan ‘memulai hidup baru dengan melupakan masa lalu’ itu tidak akan pernah bisa terjadi. Sebesar apapun motivasi dan cara untuk melupakan dan menghapus jejaknya, pasti tersisa walau sedikit ingatan. Momen-momen mengesankan ataupun yang traumatis sebagai bagian dari titik-titik ekstrem kurva non linear kehidupan, tidak mudah terhapuskan. Aq masih selalu ingat ketika kecil sering membantu Mak’e-Pak’e ke sawah atau bersihkan rumah bersama saudara2, atau kejadian saat aq terjerumus / kecebur ke dalam sumur di kebun tetangga.
Makanya keterbatasan manusia jualah, sehingga album foto tetap diminati. Saat-saat tertentu, manusia membuka album2 fotonya untuk mengurai ingatan2 di masa lalu, mengenang dan mengambil hikmah atas masa lalunya. Tidak untuk menyombongkannya. Adakah masa lalu yang bisa disombongkan??
Berbicara ritual mudik, adakah memberikan motivasi untuk ‘sebuah kesombongan’?. Mungkin ada, tapi tidak ‘bebas nilai’ dan mempengaruhi banyak ‘implikasi’. Ketika aq dan Aik mudik dengan kaos oblong, celana pendek dan hanya membawa tas punggung masing2 berisi 2 potong baju , bukanlah kesombongan, tapi satu alasan dan tujuan yang ‘sederhana’: Ringkas dan tidak Ribet. Semoga tidak dimaknai ‘sombong’ ketika hanya sedikit ‘oleh2’ yang menyertai, atau tidak malah dimaknai ‘pelit’ ? Wallahu…

Selamat Mudik bagi pembaca ‘yang mudik’.🙂 …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s