Motor GP di Sirkuit Lanud Eltari

Posted: Mei 12, 2010 in Pengalaman Unik
Tag:, , , , , ,

Ini bukan Motor GP (Grand Prix) betulan, tapi sebutan Aik Ata saat antusiasnya keluar, representasi dari imajinasi tentang Balap motor yang sering dilihatnya di TV

Hari sabtu dan minggu, tanggal 08-09 Mei 2010, beberapa hari lalu di Kupang NTT diselenggarakan event Kejuaraan Nasional Road Race Region III, dengan nama Jemaros Seri I. Ini bukan promosi, karena sebenarnya aq lebih menyukai menonton event olahraga seperti Sepakbola (Liga Italia, Liga Inggris, Liga Spanyol), Moto GP lebih lewat TV di rumah, bukan nonton langsung di lapangan atau sirkuit.Sport7 di Trans7 menjadi agenda rutin pagi, anak &maitua hafal itu. Alasannya adalah Even berkelas internasional, tampilan dengan angle terbaik & berkualitas, dan utamanya adalah berbayar Gratis !!!, Tentu bisa difahami karena tidak ada anggaran khusus untuk hobi ini.

Tapi, akhirnya nonton juga even di sirkuit. Ada apa?
Untuk Jemaros ini lain, kenapa aq harus ‘terpaksa’ nonton di sirkuit tertutup Lanud Eltari,
(1) Tiket VIP, sudah ditangan untuk nonton 2 hari, berlaku untuk 2 orang. Bukan beli, tapi dikasih maitua yang ‘harus?’ beli sebagai sumbangan amal (itulah manusia, terminologi ‘sumbangan’ dan ‘amal’-pun bisa dipelintir. Tapi aq tak hendak membahas fenomena ini, naif). Harganya 200 ribu perak, padahal kalau berniat nonton bisa langsung beli dengan tiket cukup 20.000 untuk 2 hari.
Sebenarnya bisa dikasihkan ke tetangga, tapi…
(2) Aik-Ata sangat ingin menonton. Biasanya temani ayah lihat olahraga di TV, mereka juga ingin tahu gimana sih rasanya lihat di sirkuit. Apalagi selama 2 hari itu, suara raungan road race terdengar menembus tembok rumah. Bagaimana tidak, lha sirkuitnya di Lanud Eltari dan rumah ada di seberang jalan. Bahkan antusiasnya Aik-Ata dicetuskan dengan ‘ Ayo nonton GP !!!’ hehe… Kenalnya sih Rossi, Stoner sama Lorenzo.

(3) Ibunya Aik-Ata menuntut aq untuk menemani junior, ya … jadi juga nonton, dibagi hari pertama dengan Aik dan hari kedua dengan Ata.
Di dua hari itupun, Ujung-ujung tiket tersobek di kanan-kiri atas sebagai tanda sah masuk. Dan, kesan juniorpun sangat berbeda.

Hari pertama.
Aik yang lebih besar, sejak jam 3 sore sudah menggebu-gebu, karena raungan roadrace sudah terdengar dari pagi. Nah, jam 4 lebih sehabis ashar berangkatlah aq & Aik. Parkir full, penonton membludak. Luar biasa pikirq animo masyarakat otomotif , walau termasuk ada 400-an tiket amal tadi. Asyikkah Aik menonton? Tidak. Penonton sudah penuh di sekeliling lintasan. Diatas mobil, truk, dll. Karena sirkuitnya adalah di sekeliling Selter Lanud, sirkuit datar, maka berada di satu posisi di pinggir sirkuit tidak membuat nyaman mengikuti kompetisi. Lain halnya, kalau di TV. Shoot persaingan race terlihat lengkap. Apalagi, di dekat lintasan lurus, yang terlihat hanya wuss…wuss…wuss. Tidak sampai setengah jam Aik menyerah. Pulang Yah, nggak asyik. Bising !!! hehehe… Bagus.

Hari Kedua.
Ata tidak kalah menggebunya. Habis ashar juga akhirnya berangkat. Penonton lebih gila di hari itu. Full sekeliling lintasan penuh berdesakan. Petugas keamanan pun belepotan menangani penonton yang ‘lupa’ akan bahaya, karena ingin mendapatkan posisi yang terbaik melihat aksi-aksi ngebut ‘anak racing’. Didepan track lurus menuju belokan, yang seharusnya tidak boleh diisi penonton, terlihat penuh. Aq dan Ata, ambil di pinggir lintasan setelah belokan, yang aq fikir aman. Disitu, kecepatan motor jauh berkurang.

Kecelakaan Tragis.
Garis start ke depan adalah track lurus sejauh 100 meter setelah itu membelok tajam hampir 150 derajat. Ada sebuah motor yang tidak bisa menahan lajunya untuk membelok, atau orientasi membeloknya terlepas pada laju tinggi karena sekian banyak pembalap menutup belokan, sehingga menyantap batas track berupa karung berisi ampas kayu gergajian, menerjang muka seorang penonton wanita yang langsung berdarah-darah dan pingsan, serta anak kecil yang shock tidak segera berdiri karena tertimpa karung.
Aq dan Ata berjarak 10 meteran dari kejadian, bahkan semua penonton di sekitarnya tidak akan menyangka motor dengan kecepatan tinggi 100 km/jam lebih, tidak membelok tapi langsung membentur ke arah batas karung dan penonton. Kalau anda membayangkan karungnya cukup tinggi dan aman, tidak betul. Hanya setinggi 1 karung tergeletak. Jadi fungsinya hanya sebagai pembatas lintasan, bukan pengaman resiko slip keluar lintasan.
Anda bisa lihat di foto, ceceran isi karung yang bertebaran jauh ke sisi luar lintasan, serta sandal korban yang tertinggal. Secara fisika, kejadian ini bisa dijelaskan sebagai fenomena benturan/tumbukan benda bergerak. Silahkan lihat di postinganq berikutnya !.
Yang jelas, kerasnya logam dan bahan plastik motor + kecepatan tinggi motor dibenturkan dengan seorang penonton wanita gemuk, dalam kedudukan diam, tentu membawa resiko yang lebih besar pada penonton wanita tersebut. Jangankan itu, tembok diam, aspal diam-pun sangat beresiko jika seseorang membenturnya dengan kecepatan cukup tinggi.
Kejadian ini, tidak begitu membekas pada Ata, karena ata tidak sempat melihat korban, ataupun ceceran darah di tempat kejadian. Yang Ata ingat ketika pulang, adalah ada 8 motor jatuh di lintasan ketika berlomba. Hehehehe….
Ata bertahan 1,5 jam dan ketika mengajak pulang, Aq langsung mengiyakan.

Kesan
Dan yang masih aq ingat ada pembalap dari Bali, yang cara membeloknya di tikungan begitu baguss. Bagus di sini, dari sisi fisika. Kelebihannya, pada saat membelok posisi tubuh & motornya ideal pada kecepatan yang cukup tinggi.
Itulah kesan yang aq tangkap. Dan cukup menyenangkan menemani junior menikmati imajinasi liar tentang dunia balap, walau aq sendiri tidak cukup puas seperti kalau menonton di TV.

Komentar
  1. ale mengatakan:

    yoi………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s