Senja Merah Di Atas Rumah Qta

Posted: Desember 12, 2009 in Panorama Alam

Sore itu langit begitu terangnya oleh semburat warna jingga kemerah-merahan. Amat menawan hati. Dihiasi arak-arakan awan mendung menyambut musim hujan yang tak kunjung datang. Hehehe…

Sedemikian indahnya, laksana lampu raksasa menerangi dunia, whaooo.. Subhanallah. Itu kebesaran Allah dengan ciptaan-Nya. Yang difotoq ini adalah efek senja merahnya, lihat khan tangan dan seluruh kulit warnanya jadi lebih cerah kuning kemerahan !🙂

Ngomong-omong mengapa ya langit senja berwarna merah?
Ini jawaban fisika-nya. Mau lebih lengkap simak di NetSains.com di tulisannya pak Andrianto Handojo, ahli Optika – Teknik Fisika ITB. Pada saat-saat tersebut cahaya matahari jatuhnya condong menembus atmosfir, sehingga harus menempuh lintasan yang lebih panjang ketimbang kalau merambat tegak lurus tanah. Akibatnya molekul-molekul udara mempunyai begitu banyak kesempatan untuk menyebarkan cahaya, sambil tetap mengikuti ciri Rayleigh, yaitu semakin pendek panjang gelombang semakin hebat hamburannya.

Karena itu secara awal cahaya akan kehilangan warna ungu karena sudah habis-habisan dihamburkan. Berikutnya persediaan warna nila yang punah. Jika masih panjang lintasan yang harus ditempuh cahaya, giliran selanjutnya yang susut dalam spektrum cahaya matahari ialah biru, hijau, dan mungkin kuning. Jadi pada akhirnya, yang berhasil mencapai mata hanya sisa kuning, kemudian lebih banyak jingga, dan lebih banyak lagi merah.

Inilah rahasianya mengapa langit kita cenderung kemerahan pada saat fajar dan senja. Kadang-kadang bahkan merah bukan main. Mempesona, menyajikan pemandangan yang mengilhami pemotret, pelukis, pengarang, penyair dan pencipta lagu dalam menghasilkan karyanya.

Sebagai bukti senja merah telah memberi inspirasi berikut ini adalah karya puisi ‘senja merah’ dibawah ini yang dishare oleh Senja Merah. Inspirasi Religi…

Elegi Senja
gugusan mega mengarak senja yang terus bertanya-tanya tentang jalan
yang Kau bentang sebagai sajadah untuk sujud di tepi-tepi waktu di
gigir-gigir beku yang menggigilkan kedirianku yang melayah rendah
mendekati sarangMU

matahari yang tunduk, setinggi ujung kaki yang menekuk, menekuri
gerbang petangMU, dan sayapku terus saja memukuli udara mencari
pijakan kata untuk menambatkan luka yang menganga di dadaku.

aku mencariMU! aku mencariMU!

Nah bagus khan! cobalah menikmati senja dengan sepenuh jiwa. Niscaya akan kau temukan kebesaran-Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s